Kotawaringin Barat, – Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., mengikuti Rapat Terbatas Percepatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang dipimpin oleh Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, S.Ag., M.A., Ph.D., Rabu (14/10/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko, S.E., M.Si., Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah, S.H., M.H., Wakil Bupati Suyanto, S.H., M.H., Asops Kasdam XXII/TB Kolonel Inf Danang Prasetyo Wibowo, M.I.Pol., Dandim 1014/Pangkalan Bun Letkol Inf Makin, S.Sos., M.I.P., Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Joko Handono, S.I.K., M.H., M.M., serta unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, BNPB, BMKG, dan instansi terkait lainnya.
Dalam rapat tersebut, pembahasan difokuskan pada percepatan penanganan Karhutla di empat wilayah, yakni Resor Pesalat, Resor Teluk Pulai, Resor Baung dan Tanjung Rengas, serta Resor Sungai Perlu dan Sungai Cabang.
Resor Pesalat menjadi prioritas penanganan karena lokasinya berdekatan dengan feeding site orangutan. Langkah yang direncanakan meliputi pembangunan sekitar 15–20 sumur bor dengan jarak antartitik kurang lebih 100 meter, penambahan peralatan pengeboran, serta kajian pembuatan sekat bakar dengan mempertimbangkan kondisi dan kedalaman gambut. Sekitar 180 personel direncanakan mendukung penanganan secara terpadu dan bergantian sesuai kebutuhan lapangan.
Sementara itu, di Resor Teluk Pulai, sebanyak 30 personel TNI direncanakan diberangkatkan untuk mendukung pemadaman selama satu minggu, disertai penyiapan logistik, peralatan keselamatan, transportasi, dan sarana komunikasi. Dukungan relawan dari desa-desa sekitar juga akan dikoordinasikan lebih lanjut.
Untuk wilayah Resor Baung dan Tanjung Rengas, penanganan direncanakan melalui pemadaman darat dan operasi water bombing, dengan dukungan personel TNI-Polri. Pemasangan empat unit perangkat komunikasi Starlink turut diusulkan guna menunjang koordinasi di lapangan. Adapun di Resor Sungai Perlu dan Sungai Cabang, upaya pemadaman akan dilakukan melalui kombinasi operasi water bombing dan pemadaman darat.
Selain itu, BMKG menyampaikan informasi terkait kondisi pasang surut air laut, arah angin, serta prakiraan awal musim hujan di wilayah Kalimantan Tengah. Upaya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 15–16 Oktober 2026 akan diupayakan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan jarak pandang yang memenuhi persyaratan operasional.
Kodam XXII/Tambun Bungai terus mendukung upaya terpadu bersama pemerintah daerah, Polri, instansi terkait, dan masyarakat dalam penanganan Karhutla demi melindungi lingkungan, kawasan konservasi, serta keselamatan masyarakat.






















