Palangka Raya – Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai (Pangdam XXII/TB) Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., diwakili Kepala Keuangan Kodam (Kakudam) XXII/TB Mayor CKU Setyo Utomo Senopati, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Senin (5/10).
Rakor tersebut membahas sejumlah isu strategis yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi daerah, khususnya terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tarif angkutan udara. Selain itu, turut dibahas permohonan bantuan pelaksanaan inspeksi dan penilaian satuan pelayanan oleh Satgas BPD.
Kenaikan harga BBM menjadi salah satu perhatian utama karena berpotensi memberikan dampak langsung terhadap biaya transportasi dan distribusi barang. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat.

Sementara itu, kenaikan tarif angkutan udara juga menjadi perhatian mengingat transportasi udara memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas antarwilayah serta mobilitas masyarakat di Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipatif dan koordinasi lintas sektor guna meminimalkan dampaknya terhadap stabilitas harga dan perekonomian daerah.
Melalui rakor tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama TNI, Kejaksaan, instansi vertikal, serta perangkat daerah memperkuat sinergi dan koordinasi dalam memantau perkembangan harga, memastikan kelancaran distribusi barang dan kebutuhan pokok, serta mengantisipasi berbagai faktor yang berpotensi memicu inflasi.
Kehadiran Kodam XXII/Tambun Bungai dalam kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan TNI terhadap upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan inflasi. Sinergi lintas sektor diharapkan dapat terus diperkuat sehingga ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan masyarakat tetap terjaga, serta daya beli masyarakat dapat dipertahankan.
Dengan koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan, berbagai potensi tekanan terhadap inflasi di wilayah Kalimantan Tengah diharapkan dapat diantisipasi secara cepat, tepat, dan terpadu.























