ACEH JAYA – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak cukup hanya mengandalkan penanganan ketika api sudah muncul. Kewaspadaan masyarakat terhadap aktivitas sehari-hari justru menjadi bagian penting untuk menghindari munculnya titik kebakaran. Hal tersebut menjadi perhatian Babinsa Koramil 01/Jaya Kodim 0114/Aceh Jaya, Kopka Dedi Januari, saat melaksanakan sosialisasi pencegahan Karhutla kepada masyarakat di wilayah binaannya, Jumat (30/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kopka Dedi Januari mengingatkan warga agar tidak menggunakan cara membakar ketika membuka maupun membersihkan lahan. Masyarakat juga diminta menghindari kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan hutan, perkebunan, dan lahan kering yang memiliki potensi mudah terbakar. Imbauan ini disampaikan untuk meningkatkan kesadaran warga bahwa tindakan kecil yang tidak diperhatikan dapat menjadi pemicu kebakaran.
Risiko Karhutla dapat berkembang lebih luas ketika api mengenai rumput, semak belukar, atau material kering lainnya. Dampaknya bukan hanya kerusakan lahan dan vegetasi, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat akibat asap serta menghambat aktivitas warga. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak awal dengan mengubah kebiasaan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Kopka Dedi Januari juga mengajak masyarakat agar tidak menunggu sampai kebakaran membesar ketika menemukan tanda-tanda munculnya api. Warga diminta segera menyampaikan laporan kepada aparat desa, Babinsa, maupun pihak terkait apabila melihat kepulan asap atau titik api di sekitar lingkungan mereka. Informasi yang diterima lebih awal dapat menjadi dasar untuk melakukan langkah penanganan sebelum kebakaran meluas ke kawasan lain. Kepedulian warga terhadap kondisi lingkungan masing-masing menjadi bagian penting dalam upaya deteksi dini.
Melalui sosialisasi tersebut, Babinsa mendorong masyarakat agar menjadikan pencegahan Karhutla sebagai kebiasaan, bukan hanya dilakukan ketika ancaman kebakaran meningkat. Kesadaran untuk tidak membakar lahan, berhati-hati menggunakan sumber api, serta cepat melaporkan potensi kebakaran merupakan langkah sederhana yang memiliki arti besar bagi keselamatan lingkungan. Upaya menjaga wilayah dari ancaman Karhutla akan lebih efektif apabila kepedulian masyarakat tumbuh dari lingkungan terkecil, sehingga hutan, lahan, dan sumber penghidupan warga tetap terlindungi.(0114).






















